perbanding geforce gtx dan geforce rtx

Munculnya GeForce RTX ‘Turing’ mengundang banyak pertanyaan bagi para gamers. Dan pertanyan paling mendasar adalah mengenai bagaimana perbandingan antara RTX dengan GTX. Ya, sebagian gamers pasti mengetahui bahwa GPU Turing dapat beroperasi secara optimal jika semua unitnya dapat berjalan secara maksimal pada game atau aplikasi yang menggunakan NVIDIA RTX Platform.

Unit proses itu di antarnya adalah SM Unit/CUDA Cores, RT Core, dan Tensor Core. Jika tidak berjalan secara optimal, maka biasanya akan diprogram khusus dengan memanfaatkan ray tracing API. Program tersebut salah satu contohnya adalah Microsoft DXR.

Ketika RT Core dan Tensor Core pada Turing tidak dapat berjalan, mak kinerja GPU Turing memerlukan performa SM Unit yang tersedia dan menggunakan kapasitas memori yang ada.

Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi GPU Turing aga dapar bekerja secara optimal dari Pascal yang sederajat dengannya, seperti RTX 2080 vs GTX 1080 contohnya. Berikut ini adalah kedua faktor tersebut.

  1. Turing yang menggunakan GDDR6 14 Gb/s seharusnya mampu memberikan bandwidth lebih agar dapat mempercepat kinerja game yang beresolusi tinggi.
  2. CUDA Cores Turing yang memiliki jumlah lebih banyak.

Kinerja RTX 2080 di Non-RTX Games (4K HDR)

Ada beberapa game mobile populer yang dibekali NVIDIA untuk kita ketahui kinerjanya.

Performance Game Non RTX pada 4k HDR

  • Hitman : 73 FPS
  • Mass Effect Andromeda : 67 FPS
  • Resident Evil VII : 66 FPS
  • Destiny 2 : 66 FPS
  • Far Cry 5 : 71 FPS

Performance RTX 2080 Vs GTX 1080 (4K Non-RTX Games)

Banyak yang beranggapan bahwa game seperti Final Fantasy, Wolfenstein II, dan Mass Effect Andromeda tak memiliki optimalisasi khusus RTX.

NVIDIA umum RTX 2080 Turing terdapat 1.3 hingga 1.5 kali pada GTX 1080 Pascal dengan resolusi 4K. Sedangkan peningkatan paling tinggi ditunjukan pada game Wolfenstein II.

Apakah RTX 2080 Dua Kalinya 1080?

Data 2 kali yang didapatkan adalak ketika melakukan performance test ketika GeGorce RTX 2080 sedang berjalan dalam mode DLSS (Deep Learning Super-Samploing) dengan sebuah GTX 1080 yang biasa.

Perlu diketahui bahwa mode DLSS merupakan mode ketika GeForce Turing sedang menggunakan Tensor Core dalam mengaplikasikan post-processing pada suatu grafik yang berpacu pada Deep Learning dan Kalkulasi AI (Kecerdasan Buatan).

DLSS sangat diperlukan dalam testing performance teknologi game agar mendapatkan kualitas grafis yang bagus dan kinerja yang lebih baik.

Teknologi game yang dapat berjalan dengan optimal dikarenakan adanya SM Unit yang menjalankan post processing dan tidak bisa digunakan untuk menghitung grafis (AA). Sedangkan yang menjalankan post processing-nya adalah Tensor Cores pada Turing. Hal inilah yang membuat RTX 2080+DLSS pada grafik game memiliki kinerja atau performa tinggi.

Seperti yang dkatakan di atas, bahwa DLSS hanya bisa dimanfaatkan pada GPU yang terdapat Tensor Cores. Sedangkan aplikasi yang digunakan harus dibekali support dari NVIDIA. Hal ini dikarenakan NVIDIA nanti bertugas memberi deep learning training data tersebut. Bahkan performance speedup yang disebabkan DLSS ini sangat bergantung oleh beberapa faktor.

Jadi, jangan terlalu khawatir soal data DLSS, cukup kita lihat saja data dari RTX 2080 yang mampu memberikan performa hingga 50% lebih tingi daripadaGTX 1080 pada game non-RTX dengan skala 4k.

Itulah informasi mengenai data NVIDIA dan hasil uji performa sebagai perbandingan antara RTX dengan GTX. Kesimpulannya teknologi game dengan aplikasi Non-RTX, GPU Turing masih menunjukkan performance uplift yang cukup tinggi sebagai generasi baru dan akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak yang berpendapat bahwa adanya resolusi game berskala 4K memerlukan bandwidth yang lebih tinggi dari pascal sederajatnya.